001, edisi Senin 20 April 2026
001, edisi Senin 20 April 2026
RENUNGAN HARIAN SAMARIA 2026
No: 001, edisi Senin 20 April 2026
Oleh: Pdt. Benyamin Bunga', S.Th
SERI 1> thema: PELAYANAN DAN PENDERITAAN SEORANG HT DAN ANAK-ANAK TUHAN
Nas bacaan: Kol 1:24-29; 2:1-5
Pelayanan adalah sebuah panggilan dari Tuhan dan pederitaan adalah proses menuju kemuliaan.
MENGAPA SEORANG HT (ANAK-ANAK TUHAN) HARUS MENDERITA?
Pertama: Mengikuti teladan Kristus.
Nubuatan tentang penderitaan Kristus dapat dibaca dalam (Yes 53:1-12). Apa yang dinubuatkan semuanya digenapi dalam kehidupan Yesus (Luk 24:26).
Pesan terakhir Yesus yang disebut "Amanat Agung" jelas memerintahkan: .....dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Sebab itu para rasul menerukan pengajaran Kristus dan bersekutu dalam penderitaan-Nya. Ketika kita membaca seluruh PB kita akan menemukan bahwa para rasul sangat bersukacita ketika mengalami penderitaan karena berita Injil, termasuk rasul Paulus. Paulus bersukacita saat mengalami penderitaan dalam Kristus (Kol 1:24). Penderitaan Paulus dapat kita baca kisahnya dalam kitab-kitab yang ditulisnya dan juga kitab kisah para rasul. Baca: 1Kor 15:32, berjuang melawan binatang buas di Efesus
Kis 17:2-6, Keributan di Tesalonika Paulus disebut pengacau seluruh dunia).
Kis 19:23-29, keributan di Efesus (Paulus disebut menyesatkan rakyat)
Rasul Paulus menulis agar kita mengikuti teladannya, karena dia sendiri mengikuti teladan Kristus dan teladan tokoh-tokoh iman dalam Alkitab (baca: 1Kor 11:1; Fil 3:17; Ibr 11:1-40).
Rasul Yohanes juga mengajarkan hal yang sama (1Yoh 2:6)
Penderitaan sesungguhnya bukanlah sesuatu yang luar biasa yang harus kita takuti atau tidak bisa kita lalui, sebab penderitaan adalah sebuah proses. Gambaran jelasnya adalah seperti sebuah perjalanan menuju sesuatu yang lebih baik. Misalnya orang Israel dibawa keluar dari negri perbudakan di Mesir ke tanah perjanjian (Kanaan) negri yang berlimpa susu dan madu, negri yang luas dan dipelihara oleh Allah. Dalam perjalanan ke tanah perjanjian memang penuh tantangan alam yaitu padang gurun bahkan melewati laut tanpa kapal dan banyak suku bangsa yang dilewati yang merupakan musuh yang bisa memerangi mereka. Semuanya ini bisa saja menakutkan, namun kita melihat penyertaan Tuhan dengan tanda-tanda mujizat. Saat mereka ditepi laut Teberau, tidak ada jalan lain karena orang Mesir mengejar mereka, namun Allah mengeringkan laut Teberau dan mereka berjalan di tanah kering dan selamat dari pengejaran musuh. Saat mereka lapar, Tuhan memberikan manna dari sorga (roti malikat), saat mereka haus, Tuhan membuat sungai mengalir dari gunung batu. Selama 40 tahun di padang gurun kasut mereka dan pakaian mereka tidak rusak di tubuh mereka dan berbagai mujizat-mujizat lain. Jadi penderitaan dalam Kristus bukan siksaan yang membinasakan kita melainkan proses untuk kita mengalami kemuliaan Tuhan. Tepat yang orang katakan "ngeri-ngeri sedap" Artinya sakit tapi enak. Begitulah gambaran dalam mengiring Tuhan sekalipun ada tantangan dan rintangan, tetapi bersama Tuhan semua bisa diselesaikan. Rasul Petrus menjelaskan secara detail tentang penderitaan dalam 1 Petrus 3:13-22; 4:1-19).
Baca cuplikan di bawah ini (1Pet 4:12-13).
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Tanpa penderitaan tidak ada kemuliaan
Tanpa perjuangan tidak ada kemenangan
Tanpa iman tidak seorangpun melihat Tuhan
(Bersambung)